Adi Nugroho
Mengenai berita tentang Ade Armando yang mengundurkan diri dari PSI, Grace Natalie yang tidak mendapat bantuan hukum dari PSI, dan standing point PSI sendiri.Pertama, mengenai Ade Armando. Satu yang muncul di pikiran saya, yaitu pejuang pluralisme dan anti intoleransi. Beliau banyak mengisi ruang medsos dengan banyak video, entah monolog, entah ruang diskusi, ataupun sebagai narasumber. Bukan kali ini saja Beliau dilaporkan, dan belum ada satupun laporan dan delik yang menjerat Ade ke ranah pidana. Hal ini bisa dikarenakan, ulasan yang Ade sampaikan, meski tajam, namun tidak meninggalkan kesantunan dan tetap dalam koridor hukum. Namun, dalam laporan terakhir ini ada yang berbeda, timbul "reaksi" dari partainya Ade, yaitu PSI. Entah perbincangan apa yang terjadi, hingga pada akhirnya Ade Armando mengundurkan diri.
Menurut pandangan pribadi, saya merasa bahwa sosok Ade Armando sangatlah kental ideologi PSI nya, pluralisme, nasionalisme, dan keadilan sosial. Tak salah jika saya memiliki gambaran bahwa PSI itu ya pasti bertindak seperti Ade Armando. Tapi, nyatanya ada beberapa elit partai yang menganggap sikap Ade Armando "tidak sesuai" dengan apa yang diinginkan PSI kedepannya, dan mungkin akan menjadi hambatan untuk menjadi besar.
Kedua, Grace Natalie yang memberikan narasi untuk "menanggapi" potongan video JK yang sedang viral, karena timbul gugatan2 dari kelompok organisasi agama tertentu yang memprotes isi pidato JK tersebut. Grace menurut saya adalah ibu bagi PSI, yang melahirkan partai ini dengan segala pandangan ideologinya. Tentu sebagai triple minority, ada kecemasan Grace yang dituangkan dalam narasi itu, ingin agar pluralisme dan toleransi tetap bisa terpelihara dengan baik.
Ketiga, sikap PSI terhadap Ade dan Grace. Ideologi partai harusnya tetap dijaga dan dipupuk agar makin tumbuh subur, dan bisa dimaknai oleh seluruh kader dan simpatisan partai. Pluralisme, nasionalisme, dan keadilan sosial.
Menurut saya pribadi, PSI tak sepatutnya "cuci tangan" terhadap anggotanya yang coba "dikriminalisasi" oleh beberapa pihak, tanpa dilandasi oleh fakta dan bukti yang kuat, malah terlihat seakan-akan hanyalah wujud dari kemarahan beberapa pihak. Diluar sudah ada putusan atau vonis atau belum, harusnya PSI sebagai wadah bagi anggota2nya yang memiliki kesamaan ideologi, melindungi hak hukum anggotanya yang sedang "bermasalah". Tak layak sepertinya dengan kasus Ade dan Grace ini, partai sampai harus "mengucilkan" mereka.
Partai ibarat rumah bagi seluruh kadernya untuk bernaung, ketika ada kesuksesan mari dirayakan bersama, ketika ada masalah mari dihadapi bersama. Di tengah masyarakat yang sudah mulai antipati dan jenuh melihat partai politik mulai tak ada bedanya, tak ada nilai jual yang unik, dan semuanya saling berlomba untuk pragmatis agar posisi dan jumlah suaranya bisa dipertahankan. PSI yang berkelakar bahwa akan menjadi partai super terbuka, partai yang berani beda, benar-benar mengusung anti intoleransi dan anti korupsi, di mata saya saat ini tak ubahnya partai-partai lain yang sudah ada. Jika ingin meraup sebanyak mungkin simpati rakyat, hidupi ideologi yang sudah lahir dari awal, tunjukkan bahwa kalian memiliki ide dan perjuangan yang nyata, yang berbeda dari partai lain. Semoga bisa berbenah PSI. PSI dengan sistem yang baru tanpa meninggalkan ideologi asli partai. Sekian, terima kasih.
Gambar: Kompas
.gif)

Komentar0